Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Kang Said Aqil Siraj: NU Sudah Bangun Delapan Universitas

Gambar
KH. Said Aqil Siraj, Ketu Umum PBNU Mamuju - Organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) telah membangun delapan universitas di Tanah Air, kata Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj M A di Mamuju, Sulawesi Selatan, Sabtu. "Selama saya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah dibangun delapan universitas tersebar di seluruh wilayah Indonesia," katanya pada pelantikan pengurus wilayah NU Provinsi Sulbar. Secara keseluruhan, NU telah memiliki 17 universitas di Indonesia yang akan membantu percepatan meningkatnya pendidikan bangsa ini. "NU membangun universitas sebagai wujud kepedulian pentinnya pendidikan dibangun di negara ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," katanya. Menurut dia, NU juga akan membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk memenuhi kebutuhan papan masyarakat, membangun pesantren, dan sarana ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. "NU berperan dalam membangun bangsa agar

CATATAN USEP ROMLI HM I: Teror Orba di Pemilu 1971

Gambar
Teror Orba di Pemilu 1971 Pemilihan Umum kedua di Indonesia (setelah Pemilu 1955), berlangsung tahun 1971, yang merupakan Pemilu pertama zaman Orde Baru (1966-1998). Diikuti 10 peserta. Terdiri dari partai politik NU, PNI, IPKI, Murba, Partai Katolik, Parkindo, PSII, Perti dan Parmusi plus satu peserta yang tak ingin disebut partai politik, yaitu Sekertariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar).  Jauh sejak sebelum masa kampanye, terjadi berbagai “benturan” wacana, dan gagasan antara pendukung parpol, dengan pendukung Golkar yang didominasi militer dan birokrat. Parpol dianggap produk Orde Lama 1945-1966), dianggap ikut berdosa menjerumuskan bangsa dan negara Indonesia ke jurang kebangkrutan. Mulai dari krisis ekonomi, keamanan, politik, hingga peristiwa “G-30-S/PKI” yang membantai enam jendral TNI AD. Hanya Golkar yang “suci bersih”. Yang akan sanggup membawa kesejahteraan dan pembangunan.  Maka slogan “Parpol No, Pembangunan Yes” digemakan di seluruh penjuru tanah air.

SMK NU Mekanika Pesantren Buntet Sabet Website Terbaik

Gambar
SMK NU Pesantren Buntet Raih Penghargaan Media Sekolah Award 2014 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU Mekanika  Pesantren Buntet Cirebon berhasil menyabet penghargaan Media Sekolah Awards 2014. Sekolah tersebut meraih penghargaan pada kategori website sekolah terbaik yang diselenggarakan MadingSekolah.Net, sebuah portal karya pelajar Indonesia di Metland Hotel Cirebon, Ahad (30/3). Dituturkan ketua panitia, Dea Sheila Hilalia, dalam anugerah tahun ini, terdapat sebanyak 7 sekolah yang mengajukan diri untuk dimasukkan ke dalam nominasi website sekolah terbaik. Setelah dibahas mendalam oleh dewan juri, ternyata SMK NU Mekanika Buntet Pesantren Cirebon berhasil memperoleh nilai tertinggi dan layak menerima penghargaan. “Dalam penjurian ini, kami melibatkan beberapa pihak yang memiliki kapasitas dan kemampuan menganalisis sebuah website, yakni para praktisi IT dan penggiat media,” kata Dea. Dea menambahkan, ada beberapa hal yang menjadi titik fokus penilaian dalam kategori

Pesantren Tarbiyatul Thalabah Kranji Kembangkan Pembelajaran Interaktif Berbasis Teknologi Informasi

Gambar
Lamongan, RMI NU- Media Pesantren Peserta Pelatihan Metode Pembelajaran Interaktif  di Pesantren Tarbiyatul Thalabah, Sabtu-Minggu, 29-30 Maret 2014 Pelatihan Metode Pembelajaran Interaktif bagi guru MA Tarbiyatut Tholabah mengawali langkah penting model pembelajaran di Pesantren Tarbiyatul Tholabah, Kranji, Paciran Lamongan, Jawa Timur. Memanfaatkan teknologi informasi, Pesantren yang dikenal dengan sebutan Pesantren Tabah ini coba meningkatkan kualitas pesantren dengan penguatan Sumber daya manusia yang dimilikinya. Latar belakang diadakannya pelatihan ini menurut Nur Syafiah, S.Kom, salah seorang pengelola Pembelajaran Interaktif Pesantren Tabah, pertama karena banyaknya media belajar yang belum maksimal dapat diterima siswa. Dan kedua, informasi perkembangan siswa dan proses belajarnya belum banyak dapat didapatkan orang tua siswa. Dengan adanya pengembangan pembelajaran interaktif ini Proses kegiatan belajar mengajar menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif dan meny

Kesempatan Agar Buku Anda Mendunia - Frankfurt Book Fair (FBF) 2014

Gambar
Frankfrut Book Fair Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan ikut serta dalam Frankfurt Book Fair (FBF) tahun 2014 di Jerman, dan akan menjadi Guest of Honor (GoH) dalam Frankfurt Book Fair (FBF) tahun 2015. Dalam kegiatan itu, Indonesia akan memamerkan buku-buku unggulan dari jenis buku-buku sastra dan nonsastra hasil karya anak bangsa. Selain dipamerkan, buku-buku yang lolos seleksi akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Jerman atau Bahasa Inggris. Untuk itu, kami mengundang partisipasi dari berbagai kalangan baik penerbit, lembaga/institusi kebahasaan dan kesastraan, maupun masyarakat umum untuk turut serta dalam penyelenggaraan ini dengan mengirimkan buku/karya pilihan yang dianggap layak untuk diterjemahkan atau dipamerkan dalam Frankfurt Book Fair (FBF) 2014 dan 2015. Melalui Komite Buku dan Penerjemahan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memilih buku/karya yang masuk untuk diseleksi oleh tim independen yang sudah ditunjuk dengan ketentuan umum sebagai berikut

Ingin bermimpi Rasulullah? Bacalah Shalawat Ibrahimiyah!

Gambar
Mimpi Bertemu Rasulullah Ingin bermimpi Rasulullah? Bacalah Shalawat Ibrahimiyah! Shalawat ibrahimiyah adalah shalawat yang kita baca pada tasyahud akhir dalam shalat. Shalawat ini adalah shalawat yang paling afdhal dan paling sempurna, dari semua bentuk shalawat, baik yang diajarkan Rasulullah (ma’tsur) atau tidak, sehingga shalawat ini dibaca dalam shalat. Al-Hafidh al-Iraqi dan As-Sakhawi, shalawat ini mempunyai banyak riwayat, dengan lafadz yang tidak sama antara satu riwayat dengan riwayat yang lain. Dan lafadz yang telah disepakati keshahihannya adalah sebagai berikut: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. Lafadz shalawat ini diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Baihaqi dan sekelompok ahli hadits, seperti tersebut dalam syarah Dala’il al-Khaira

KH Imam Jazuli: Potensi Pesantren Luar Biasa

Gambar
Koleksi Trofi Juara Pesantren Radlatul Ulum-Guyangan-Pati Jawa Tengah Pesantren memiliki sejarah panjang di Indonesia. Lembaga pendidikan ini telah menciptakan ulama, kiai, intelektual, politisi, dan sebagainya. Bagaimana sebenarnya potensi pesantren? Wartawan Republika Rosita Budi Suryaningsih mewawancarai Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabitah Ma'ahid Islamiyah ( Asosiasi Pesantren se-Indonesia) KH Imam Jazuli Lc MA . Berikut kutipannya: Pesantren telah ada di Indonesia sejak dulu. Adakah perbedaan antara pesantren di zaman dulu dengan pesantren yang ada di zaman sekarang? Jelas ada perbedaan yang signifikan antara pesantren zaman dulu dengan yang sekarang. Kini, pesantren telah berubah menjadi lebih maju, bahkan mempunyai model-model baru yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di zamannya. Dulu, pesantren hanya mengajarkan ilmu agama dan lepas dari pendidikan formal. Kini, pendidikan formal sudah dimasukkan dalam pembelajaran di pesantren, dan apa yan

Menggali Fikih Aswaja Mbah Sahal

Gambar
KH. Sahal Mahfudz Menggali Fikih Aswaja Mbah Sahal Bergumul dengan Islam Indonesia berarti ia bergumul dengan pesantren. Dan itu artinya bergumul dengan tradisi fikih dan Aswaja (ahlussunnah wal jama’ah). Hal inilah yang dirumuskan secara mengesankan oleh Mbah Sahal, sapaan untuk al-Maghfurlah KH. MA. Sahal Mahfudh, dalam bukunya ‘Nuansa Fiqh Sosial’, yakni fikih Aswaja yang kontekstual dengan zaman dan dinamis akan perubahan. Ada yang berbeda dari pemahaman dan pemikiran antara fikih yang diilhami Mbah Sahal dengan arus utama. Jika arus utama hanya mengandalkan fikih secara qauli (tekstual), Mbah Sahal menggagas fikih yang juga berparadigma manhaji (metodologis). Pada akhirnya pemahaman fikih manhaji ini akan mendorong sebuah bangunan Aswaja yang aktual dan aplikatif, Aswaja yang betul-betul menyentuh akar dan realitas sosial masyarakat. Semangat dinamisasi fikih Mbah Sahal ini sekaligus ingin memberikan pencerahan kepada pesantren dan umat Muslim pada umumnya bahwa (pr

Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo

Gambar
Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo photo: apundeh Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo berlokasi di desa Sukorejo Kecamatan Banyuputih didirikan tahun 1914 oleh Kiai Syamsul Arifin. Pondok pesantren ini menempati areal seluas 11,9 ha. Ciri khas pondok ini adalah perpaduan antara sistem salaf dan modern. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah sudah sangat berkembang dengan jumlah santri mencapai kurang lebih 15000.Awalnya areal Pondok  Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo pada awalnya adalah hutan belantara yang membentang dari Gunung Baluran sampai wilayah Asembagus. Hutan belantara itu dikenal sangat angker karena disamping dihuni oleh binatang buas, juga dedemit. Saat itu penduduk tidak ada yang berani memasuki hutan tersebut. Pada tahun 1328 H / 1908 M, Kiai Syamsul Arifin —– atas saran Habib Hasan Musawa dan Kiai Asadullah —– dibantu putranya, As’ad dan beberapa orang santri yang menyertai dari Madura, membabat dan merambah hutan terseb

Pesantren Sebagai Miniatur Indonesia

Gambar
KH. Ali Maksum, KH. Asyhari Marzuqi, KH. Mufid Mas'ud. KH. Attabik Ali, KH. Warson Munawir, KH. Hasbullah, KH. Zaenal Munawir, KH. Dalhar Munawir, KH. Subakir, KH. Ahmad Munawir, KH. Abdullah Zaini Munawir, dan Gus Kelik. Foto 1970-an - Dokumentasi Pesantren Krapyak Pesantren Sebagai Miniatur Indonesia Ketika di masa lalu Nusantara, terutama tanah Jawa, masih dikuasai oleh sultan dan raja-raja, kaum santri dari kalangan pesantren memiliki posisi sosial yang tinggi bahkan dapat dibilang istimewa. Di dalam pesantren, seorang kiai kerap mengunjungi asrama atau kamar para santri untuk memperbincangkan segala perkara yang dihadapi —laik bahsul masail— baik yang ilmiah maupun alamiah, di samping akrab dengan masyarakat di sekitar pesantren. Hubungan masyarakat dan pesantren pun erat dan dekat, begitu menyatu. Dari suasana itulah lahir pemikir-pemikir Islam yang berintegritas tinggi, mumpuni, dan bereputasi internasional, seperti Kiai Nawawi (Tanara, Banten; 1815-1897), Kiai Ihsan

Dakwah Ahlusnnah wal Jama'ah di Internet Harus Lebih Menarik

Gambar
Media Online image: google Sejumlah pegiat IT berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) berkumpul di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’yah (PPSS) Sukorejo Asembangus Situbondo Jawa Timur. Selama dua hari (22-23/3) mereka bertemu dalam acara Silaturahim Nasional Ketiga Admin Web dan IT Developer Aswaja yang difasilitasi komunitas Persaudaraan Profesional Muslim Aswaja atau PPM Aswaja. Pertemuan nasional ini merupakan kali ketiga. Pada acara pembukaan, Pengasuh PPSS KH R Ahmad Azaim Ibrohimy yang menjadi tuan rumah agenda ini mengingatkan bahwa tantangan dakwah Aswaja kini semakin terdesak oleh tantangan dari kalangan Islam ekstrem, baik yang berhaluan kiri maupun kanan.  Ia mendorong kegiatan dakwah di dunia maya tampil kian menarik. “Kami berharap komunitas ini nantinya akan ada tindak lanjut dari para peserta untuk memikirkan dakwah Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah sehingga lebih diminati,” katanya, Sabtu (22/3). Dan untuk meraih tujuan mulia tersebut, tambah Kiai A

Negara Islam, Adakah Konsepnya?

Gambar
KH. Abdurrahman Wahid KH. Abdurrahman Wahid: Negara Islam, Adakah Konsepnya? Ada pertanyaan sangat menarik untuk diketahui jawabannya; apakah sebenarnya konsep Islam tentang negara? Sampai seberapa jauhkah hal ini dirasakan oleh kalangan pemikir Islam sendiri? Dan, apakah konsekuensi dari konsep ini jika memang ada? Rangkaian pertanyaan di atas perlu diajukan di sini, karena dalam beberapa tahun terakhir ini banyak diajukan pemikiran tentang Negara Islam, yang berimplikasi pada orang yang tidak menggunakan pemikiran itu dinilai telah meninggalkan Islam. Jawaban-jawaban atas rangkaian pertanyaan itu dapat disederhanakan dalam pandangan penulis dengan kata-kata: tidak ada. Penulis beranggapan, Islam sebagai jalan hidup (syari’ah) tidak memiliki konsep yang jelas tentang negara. Mengapakah penulis beranggapan demikian? Karena sepanjang hidupnya, penulis telah mencari dengan sia-sia makhluk yang dinamakan Negara Islam itu. Sampai hari inipun ia belum menemukannya, jadi tidak sa

RAM FM: Radio Komunitas Pesantren Al-Muayyad Solo Tebar Perdamaian dan Toleransi

Gambar
"107,8 RAM FM, Santun, Religin, dan Berbudaya." RAM FM Siaran, dipandu seorang Santri image: voaindonesia Dari bilik kaca terlihat seorang pemuda memakai sarung dan berpeci terlihat sibuk berbicara di depan mikropon. Tangan kirinya memegang panel penata suara, tangan kanan bergerak lincah memencet tombol komputer. Seperti inilah radio komunitas pesantren, RAM FM , yang berada di dalam kompleks pondok pesantren Al Muayyad Solo, akhir pekan kemarin. Seorang santri bernama Yudha Adityan sedang siaran di bilik kaca tersebut. “Assalamualaikum 107,8 RAM FM..santun, religi dan berbudaya..masih bersama dari jalan KH Samnhudi 64 Solo, RAM setia masih ditemani Adit di ajang Musik Asik Popo Andalan,” ujarnya. Yudha Adhityan, yang masih berusia 16 tahun ini adalah satu dari puluhan kru RAM FM. Selama dua tahun ini Adhityan aktif di radio komunitas pesantren. “Awalnya sih ya lucu banget..kita dilatih ngomong di depan mikrofon, ngomong sendiri di ruangan kaca.Tap

Peringatan 1 Abad Pesantren Salafiyah Syafi'iyah: Ulama dan Mufti Timur Tengah Menjadi Narasumber Konferensi Internasional di Sukorejo

Gambar
Prof. Dr. Syeikh Ali-Juma’ah Muhammad, Mufti dari Mesir Pelaksanaan Konferensi Internasional sebagai salah satu rangkaian peringatan satu Abad Pondok pesantren salafiyah Syafi’iyah sukorejo, yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 dan 30 maret nanti diprediksi bakal meriah. Selain karena animo masyarakat yang cukup tinggi, beberapa Ulama’ maupun Mufti timur tengah juga ingin ikut serta dalam acara itu. Seperti yang diungkapkan Sekretaris Pesantren, Ahmad fadhail, SH. Dia menjelaskan, tak disangka, saat ini ada tiga Ulama’ asal Iraq yang ingin menjadi Narasumber. Ketiga Ulama’ asal Iraq itu, jelas Ahmad Fadhoil, sebelumnya tidak dijadwalkan mengisi acara pada konferensi Internasional itu. Selain ketiga Ulama’ Iraq, ada juga Mufti asal Qatar yang juga minta kepada panitia untuk menjadi Narasumber. Tentu hal itu, terang Ahmad Fadhail, selain kebanggaan tersendiri bagi panitia, juga menjadi kekhawatiran bagi panitia. Pasalnya, dengan hadirnya Ulama-Ulama itu, mengharuskan pani

Kemenag Siapkan 143 Milyar Bansos Pesantren dan Diniyah

Gambar
Logo Kementrian Agama RI Lebih dari 143 miliar anggaran telah disiapkan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama untuk program bantuan sosial pondok pesantren, pendidikan diniyah, dan pendidikan Al-Quran. Rincian program tersebut bahkan sudah diupload di website Kementerian Agama (http://kemenag.go.id/file/file/InfoPenting/tqjh1395193835.pdf) sehingga masyarakat mudah untuk mengakses dan mengetahuinya. Program bansos Dit PD Pontren untuk tahun anggaran 2014 ini terdiri dari 42 item. Program bantuan itu mencakup penguatan kelembagaan pesantren dan pendidikan diniyah, peningkatan kapasitas tenaga pengajar, beasiswa santri, dan lainnya. Untuk penguatan kelembagaan misalnya, telah disediakan anggaran untuk pengembangan agribisnis pesantren (5,5M), BOP Madrasah Diniyah Takmiliyah (2,2M), RKB Ponpes Salafiyah (3,4M), BOP Taman Pendidikan Al-Quran (1,5M), Bantuan Asrama Pesantren Tahfiz Al-Quran (1,4M), dan bantuan asr

Pondok Pesantren Daarul Falah Ciloang, Serang, Banten

Gambar
Papan Nama Pondok Pesantren Daarul Falah, Ciloang, Serang- Banten Pondok Pesantren Daarul Falah Ciloang, Serang, Banten Pondok Pesantren Daarul Falah Berdiri tahun 1973 KH. Djawahir Abu Bakar Berawal dari kekhawatiran dan keprihatian dalam menghadapi zaman yang semakin pesat dan global, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup tinggi, maka untuk mengimbangi zaman tersebut, kami berusaha dan berkeinginan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan tradisional yang berbasis salafiyah, dengan nama  Pondok Pesantren Al Falah .  Pondok Pesantren Al-Falah  didirikan pada tahun 1973, oleh  KH. Djawahir Abu Bakar . Nama  Al-Falah  merupakan pemberian dari guru beliau  KH. Suja’i  dari Cianjur, dan  Habib Alwi Al-Attas  dari Jakarta. Nama tersebut merupakan  Tabarrukan  dan  Tafa’ulan  dari nama madrasah yang sudah maju di  Makkah . Harapannya pondok pesantren Al-Falah  dapat maju seperti halnya madrasah-madrasah yang sudah maju di Mekkah. Kepemimpinan