Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Memotong Rantai Terorisme

Gambar
Serangan bom bunuh diri di Masjid Attaqwa Cirebon mengagetkan banyak pihak. Agaknya kelompok teroris kian tak pandang bulu dalam melancarkan serangan bom. Mereka tidak peduli lagi apakah korban bom adalah umat segama atau bukan. Mereka hanya mempedulikan satu hal: kelompok yang dianggap musuh harus dihancurkan. Para analis mengatakan bahwa bukan masjid yang menjadi sasaran, tetapi orang-orang yang berada di bawah institusi kepolisian, karena masjid tersebut berada di lingkungan Mapolresta Cirebon. Ada semacam perubahan target terorisme. Bukan hanya orang yang dianggap kafir, orang yang seagama pun bisa menjadi musuh kaum teroris. Bom melalui kiriman buku adalah contoh yang paling sering dijadikan penjelasan. Devinisi “musuh” oleh kelompok teroris nampak longgar. Siapa pun yang tidak mendukung mereka dianggap musuh. Dan mereka tidak biasa memberi ampun terhadap musuh. Mata Rantai Kekerasan Bagaimana memaknai trend baru ini? Jika kita mencoba masuk ke alam pikiran mereka, g

Pesantren sebagai Miniatur Indonesia

Gambar
Ketika di masa lalu Nusantara, terutama tanah Jawa, masih dikuasai oleh sultan dan raja-raja, kaum santri dari kalangan pesantren memiliki posisi sosial yang tinggi bahkan dapat dibilang istimewa. Di dalam pesantren, seorang kiai kerap mengunjungi asrama atau kamar para santri untuk memperbincangkan segala perkara yang dihadapi —laik bahsul masail— baik yang ilmiah maupun alamiah, di samping akrab dengan masyarakat di sekitar pesantren. Hubungan masyarakat dan pesantren pun erat dan dekat, begitu menyatu. Dari suasana itulah lahir pemikir-pemikir Islam yang berintegritas tinggi, mumpuni, dan bereputasi internasional, seperti Kiai Nawawi (Tanara, Banten; 1815-1897), Kiai Ihsan (Jampes, Kediri), Kiai Hasyim Asy’ari (Tebuireng, Jombang; 1871-1947), Kiai Ali Maksum (Krapyak, Yogyakarta; 1915-1989), Kiai Mustofa Bisri (Rembang; 1915-1977), dan banyak kiai yang menelurkan karya-karya ternama. Karya-karya itu berupa kitab-kitab, catatan-catatan hikayat, dan sy

Paradigma Pengembangan Masyarakat Melalui Pesantren

Gambar
Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat ( P3M )--Sudah sejak beberapa dekade pesantren mengalami erosi nilai. Lembaga ini mulai berada di ambang bahaya besar; ketika nilai kemandiriannya tercampur dengan pendidikan "orientasi ijazah". Cita-cita untuk mengabdi kepada masyarakat sebagai pendidik agama sambil berwiraswasta makin hilanh dari pikiran para lulusannya, untuk digantikan dengan cita-cita menjadi pegawai. Sebab dari problem ini jelas, tetapi tidak sepele bahwa pesantren kian kehilangan sendi-sendi finansialnya yang secara tradisional ditopang oleh masyarakat. Karena itu, lembaga ini terpaksa memberi sumber-sumber finansial baru sebagai pengganti. Pada gilirannya banyak sekali pesantren yang tergoda untuk larut dalam alur umum pendidikan nasional, yaitu "pendidikan sarwa-uang" yang menjadikan pendidikan sebagai komoditi. Ini adalah suatu perkembangan baru, di mana tadinya semua bentuk pendidikan pesantren, mulai dari dayah di Aceh, surau di Sumater

Ulama Agar Belajar dari Kasus Cikeusik

Gambar
LEBAK, Kompas : Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) - Kepala Kepolisian Daerah Banten, Brigadir Jenderal Polisi Putut Bayuseno, mengatakan, kasus bentrokan yang mengakibatkan korban jiwa di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, jangan sampai terulang kembali. Karena itu, kata Bayu saat pertemuan dengan ulama se-Kabupaten Lebak di Rangkasbitung, Rabu (6/5/20110, peran ulama harus bisa memberikan pencerahan yang kondusif kepada masyarakat. "Saya minta ulama bisa memberikan pembinaan bidang keagamaan yang baik untuk menciptakan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)," katanya. Menurut dia, ulama juga diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi anarkhis ketika menemukan adanya pemahaman yang menyimpang. "Jika ditemukan kelompok tertentu yang menyimpang sebaiknya melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat atau pejabat pemerintah di wilayahnya," katanya. Dia juga mengatakan, kasus Cik