Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

RMI-NU Gelar Halaqah Penguatan Karakter Kebangsaan se-Sumatera Selatan

Gambar
Sebagai lembaga pendidikan keagamaan, Pesantren diyakini masih menjadi tempat memupuk dan menjadi teladan bagi pola penerapan pendidikan berkarakter. Pembangunan akhlak yang menjadi ciri pendidikan karakter menjadi perhatian besar bagi pesantren seperti kejujuran, kesederhanaan, kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama dalam seluruh proses kegiatan belajar mengajarnya Hal tersebut mengemuka dalam Pembukaan Halaqah Penguatan Karakter Kebangsaan di Kalangan Pemuda Melalui Pesantren yang diselenggarakan Rabithah Maa’hid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RM-NU) bekerjasama dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan dan Kementrian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA) di Pondok Pesantren Sabilul Hasanah, Banyuasin, Sumatera Selatan (22/12/2011). Acara Pembukaan yang dihadiri oleh para peserta halaqah, pengurus pesantren, guru madrasah dan seluruh santri pondok pesantren tersebut juga meghadirkan K.H. Muhammad Mudarris, Rois Syuriah Pengurus Wilayah NU Sumatera Selatan sekal

Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI)-Jawa Timur

Gambar
Himpunan Pengusaha Santri Indonesia Jawa Timur (HIPSI JATIM) telah di didirikan dan di launching pada tanggal 3 Februari 2012. HIPSI JATIM adalah organisasi yang mewakili HIPSI Pusat untuk mengembangkan sayap organisasi sekaligus menyebarkan spirit entrepreneurship di kalangan santri di provinsi Jawa Timur. Di Jawa Timuir,  sudah ada beberapa kota/kabupaten yang  mendeklarasikan berdiringan HIPSI di tingkatan kota/kabupaten diantaranya adalah HIPSI Kab. pasuruan, hipsi Kab. Bondowoso, HIPSI kota Surabaya, dan beberapa kota/kabupaten lain di wilayah Jawa Timur yang segera mengadakan Deklarasi kelembagaan dalam waktu Dekat. Visi HIPSI : “ Mencetak 39 Ribu Santri Pengusaha di Jawa Timur“ Misi HIPSI : Menjadi wadah pengembangan Pendidikan Wirausaha Santri  yang mandiri. Menjadi institusi pendidikan nonformal berkualitas yang bukan menciptakan calon pencari kerja, tapi kader pesantren yang mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta

Haji dan Muatan Politik, Sosial dan Kebudayaan

Sayyed Ali Qadli ’Askar Syawwal, 1431 H – Oktober 2010 M Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, penguasa alam semesta. Rahmat Allah untuk makhluk terbaik, Muhammad, keluarganya yang baik dan suci, dan sahabat-sahabatnya yang terpilih. Allah SWT berfirman: وأذن في الناس بالحج يأتوك رجالا وعلى كل ضامر يأتين من كل فج عميق. ليشهدوا منافع لهم ويذكروا اسم الله في أيام معلومات. “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh, agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan.” Selengkapnya: Download Di Link INI ( Versi Indonesia dan Versi Arab )

Persatuan Umat Islam; Sisi Terpenting Dalam Haji Ibrahimi

Dengan memperhatikan al-Qur’an kita dapat memahami bahwa Allah swt tidak menjadikan ibadah haji sebagai upacara ritual semata. Disamping perintah untuk mengambil bekal, bertakwa dan berzikir kepada-Nya pada hari-hari musim haji, juga disebutkan tentang berbagai manfaat sosial-politik yang dapat diambil dalam ibadah agung ini. "لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ" “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak . Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir”. (QS. Al-Hajj [22]: 28) Dan yang lebih penting lagi bahwa Allah swt memilih hari-hari musim haji untuk menyatakan pemutusan hubungan dan

Software

Turats

Dzikir dan Doa

Makalah

Artikel

Pondok Pesantren Al-I’anah Cepu

Gambar
Lembaga Pendidikan Islam Pondok Pesantren Al-I’anah Cepu berdiri pada tahun 1996 M dan berdomisili di Jalan Diponegoro Lorong 7 No. 22 RT 004 RW 004 Kelurahan Cepu Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah. Diawali dengan pengajian rutinRatibul Haddaad oleh KH. Nawawi Idris setiap senin malam selasa dan kitab-kitab kuning yang diikuti oleh kerabat dekat, teman dan tetangga di teras rumah KH. Nawawi Idris. Kemudian berkembang semakin banyaknya pengikut pengajian hingga membludak ke jalan-jalan. Atas dasar ini KH. Nawawi Idris meminta persetujuan KH. Maemoen Zubair yang notabene kakak iparnya untuk mendirikan pondok pesantren. KH. Maemoen Zubair sebagai penasehat dan KH. Nawawi Idris sebagai pengasuh. Mencermati perkembangan zaman dan dinamika yang ada pada masyarakat saat ini, harus diakui bahwa bagaimanapun juga pembentukan pribadi generasi Islam yang kuat, kokoh dan tangguh sangatlah dibutuhkan oleh generasi penerus tongkat estafet perjuangan Islam. Untuk itu agar bisa menc

Ponpes. AL-Istiqlaliyah, Suka Mantri, Tangerang

Gambar
Menurut sebuah penelitian tentang pesantren dijelaskan bahwa pada masa-masa awal pemerintahan Orde Baru, dengan latar belakang euforia politik sebagai cara untuk mengisi kemerdekaan, pesantren mengambil peran pada posisi netral dari gesekan-gesekan kepentingan politik yang semakin kencang dalam pergulatan bangsa Indonesia yang baru merdeka. Sikap ini kemudian dipertegas dengan mengambil posisi sebagai perlawanan atau “bukan bagian dari pemerintah”. Pesantren sebagai wadah persatuan umat harus netral dan bersih dari unsur politik dalam rangka menjaga legitimasi moral pesantren sebagai agen dalam mentransformasikan nilai-nilai luhur keagamaan kepada masyarakat. KH. Dimiyati yang dikenal sebagai sosok kiai yang mandiri dalam mengembangkan pesantren, beliau tidak mau menerima bantuan dari instansi ataupun pihak pemerintah, mengedepankan peran serta masyarakat secara individu adalah juga bentuk pembinaan mental bagi masyarakat. Sosok kharismatiknya sangat disegani selain kapasitas k

Himpunan Pengusaha Santri (HIPSI)

Gambar
Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) telah di didirikan dan di launching pada tanggal 3 Februari 2012. Pendirian organisasi ini dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan santri, karena pada saat ini tidak banyak kaum muda santri yang bercita – cita menjadi pengusaha. Para Pendiri HIPSI adalah 500-an para santri pondok pesantren dari berbagai wilayah yang mengikuti workshop Entrepreneur di Pesantren Al-Yasini Pasuruan. HIPSI ini telah direstui langsung oleh Ketua dan Sekretaris RMI NU (DR. Amien Haedari dan KH Miftah Faqih) Visi HIPSI : “ Mencetak 1 Juta Santri Pengusaha“ Misi HIPSI : Menjadi wadah pengembangan Pendidikan Wirausaha Santri yang mandiri. Menjadi institusi pendidikan nonformal berkualitas yang bukan menciptakan calon pencari kerja, tapi kader pesantren yang mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru kreatif dan inovatif.  Mensinergikan kekuatan ekonomi san

Penandatanganan MoU RMI-NU dengan PT. Putra Towerindo Persada

Gambar
Ketua PP.RMI.NU, Dr. Amin Haedari dan Direktus PT. Putra Towerindo Persada,  Iman Herdyantho ,    menandatangani nota kerjasama program pembangunan tower seluler di pesantren.  Sekretaris PP.RMI.NU, Drs. Miftah Faqih, MA, menandatangani kesaksian atas nota kerjasama RMI-Nu dan PT. Putra Towerindo Persada. Sesi foto bersama

RMI Tandatangani MoU Pembangunan Tower Seluler di Pesantren

Gambar
Jakarta, PP RMI NU Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) atau asosiasi pesantren se-Indonesia bersama PT Putra Towerindo Persada menandatangani nota kesapahaman (MoU) Program Pembangunan Tower Seluler di Lingkungan Pesantren se-Indonesia, Selasa (7/8) sore, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Acara ini dirangkai dengan Halaqah Pra Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 bertajuk “Penguatan Peran Pesantren sebagai Pusat Peradaban”. Hadir dalam kesempatan ini, Ketua PP RMI NU KH Amin Haidari dan jajarannya, Direktur PT Putra Towerindo Persada Iman Herdyantho dan jajarannya, serta sejumlah perwakilan pengurus lembaga, lajnah, dan badan otonom NU. Amin mengatakan, penandatangan ini merupakan upaya meningkatkan pesantren di bidang telekomunikasi. Keterhambatan informasi di pesantren yang masih berlangsung perlu dibuka kembali. “Ini adalah keuntungkan bagi pesantren, yang tadinya tertutup menjadi terbuka,” jelasnya. Menurut Amin, dalam sejarah, pesantren terma

RMI NU: Ngaji Pasaran Perlu Digalakkan

RMI NU, Jakarta Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) atau Asosiasi Pesantren NU mengapresiasi kegiatan mengaji Ramadhan (ngaji pasaran) yang serentak diselenggarakan di seluruh pesantren NU di Indonesia. RMI berharap aktifitas positif ini dapat terus dikembangkan. “Saya kira program semacam itu bagus dan perlu digalakkan,” pinta Ketua PP RMI NU KH Amin Haidari, Selasa (7/8), di Jakarta. Menurutnya, kelebihan dari ngaji pasaran terletak pada spesifikasi kajian kitab yang umumnya belum termuat dalam kurikulum reguler. Apalagi, pengajian mampu menyelesaikan sejumlah kitab kuning dalam waktu yang relatif singkat. Dalam tradisi ngaji pasaran, pesantren biasanya meliburkan materi pelajaran rutin. Namun, kegiatan di dalamnya justru kian padat lantaran penghuninya akan berlomba menyemarakkan bulan suci, baik dengan belajar kitab kuning maupun praktik ubudiyah lain.  Ngaji pasaran, kata Amin, juga membuka kesempatan bagi pelajar luar untuk men

Pidato KH. Said Aqil Siroj pada Harlah NU ke-85: Tausiyah untuk Bangsa

Gambar
Dibacakan oleh KH Said Aqil Siroj dalam peringatan Harlah ke-85 NU Sabtu, 18 Juni 2011 di Gedung PBNU بسم الله الرحمن الرحيم Alhamdulillah, hingga saat ini kita diberi kesehatan jasmani dan rohani serta kesehataan akal dan pemikiran. Hari ini, 16 Rajab 1432 H, bertepatan dengan 18 Juni 2011, adalah Hari Lahir Nahdlatul Ulama. Dalam perhitungan Hijriyah kali ini merupakan peringatan yang ke-88  karena NU lahir pada 16 Rajab tahun 1344 H atau dalam perhitungan Miladiyah adalah yang ke-85, karena NU lahir bertepatan dengan 31 Januari 1926 M . Dalam waktu kurang lebih 1tahun lagi NU akan sampai di usia seabad. Sejak awal kelahirannya NU tak pernah lepas dari perkembangan kesadaran nasional dan kebangsaan. Mengacu pada perjalanan sejarah tersebut NU mempunyai keyakinan bahwa di dalam membangun masyarakat Islam tidak mengharuskan menempuh jalan politik kekuasan, melainkan lebih mengedepankan perjuangan kultural. Sejak awal, tujuan perjuangan NU adalah melaksanakan syari’ah