Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Konferwil NU Jatim: HIPSI Buka Pendaftaran dan Berbagi Souvenir

Gambar
Perhelatan Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama yang segera berlangsung mendapatkan apresiasi dari sejumlah kalangan, termasuk HIPSI. Bahkan, sejumlah tali asih disiapkan bagi mereka yang tergerak menjadi anggota baru. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Santri (HIPSI), Mochammad Ghozali kepada NU Online (30/5).  “HIPSI terpanggil untuk turut meramaikan even akbar NU Jatim ini terutama untuk mengingatkan kembali semangat Nahdlatut Tujjar yang pernah didengungkan KH Abdul Wahab Chasbullah kepada nahdliyin,” katanya. Karena itu, untuk kegiatan Konferwil ini HIPSI mengambil dua stand di dalam arena maupun di luar.  “Untuk stand di dalam, mendisplay sejumlah produk unggulan hasil usaha dari sejumlah pengurus dan anggota HIPSI di sejumlah daerah,” tandasnya. Sedangkan untuk stand di luar arena Konferwil berupa produk kuliner. “Kami mendisplay sejumlah produk hasil karya anak-anak muda NU di bidang software IT, kerajinan mendong, produk olahan

KH. Ali Salam, Rais Syuriyah PCNU Bondowoso Wafat

Nahdliyyin Bondowoso tengah dirundung duka. Pasalnya panutan mereka yang juga Rais Syuriyah PCNU Bondowoso, KH Ali Salam wafat, Selasa lalu. Ia meninggal dunia di rumah familinya di Bangkalan, Madura saat refreshing setelah sembuh dari sakit yang dideritanya.  Menurut Wakil Ketua PCNU Bondowoso, KH Sobri Wasil Gazali, KH Ali Salam, sebelumnya almarhum sempat dirawat selama tiga hari di UGD Rumah Sakit Dr Soebandi, Jember karena komplikasi penyakit. Setelah sembuh, ia pergi ke rumah familinya di Bangkalan untuk refreshing.  “Beliau wafat di Bangkalan, d rumah familinya,” ujar Kiai Sobri di Bondowoso, Rabu (29/5).  Menurut Kiai Sobri, setahun yang lalu, KH Ali Salam juga melakukan hal yang sama (refreshing) ke Bangkalan pasca sembuh dari sakitnya. Rupanya kali ini, ia ingin menyegarkan tenaga sekaligus pikirannya dengan beranjangsana ke rumah familinya. Namun kenyataan berkata lain. Ia justru menghembuskan nafas di pulau garam tersebut.  “Setahun yang lalu, beliau juga

KH. Said Aqil Siraj: Makna Kembali ke Pesantren (Malam Harlah NU ke-90)

Gambar
Tiga puluh tahun yang lalu yakni tahun 1984 tepatnya di Situbondo, NU mencanangkan gerakan "Kembali ke Khittah 1926". Langkah strategis itu telah membawa kemajuan yang sangat berarti bagi NU, sehingga menjadi organisasi yang besar, kuat dan disegani. Pada hakekatnya kembali ke Khittah adalah kembali pada spirit, pola pikir serta nilai luhur pesantren. Karena itulah pada periode ini NU mencanangkan gagasan besar Kembali Ke Pesantren, sebagai realisasi mengembalikan Khittah serta jati diri NU yang lahir dan besar di Pesantren. Maka sudah selayaknya dalam usianya yang ke-90 tahun ini NU menegaskan kembali gagasan mulia tersebut. Pesantren merupakan khazanah peradaban Nusantara yang telah ada sejak zaman Kapitayan, sebelum hadirnya agama-agama besar seperti Hindu, Budha dan Islam. Pertemuan dengan agama besar tersebut pesantren mengalamai perubahan bentuk dan isi sesuai dengan karakter masing-masing agama, tetapi misi dan risalahnya tidak pernah berubah, yaitu memberi

Roshdul Qiblat, Saat Tepat Mengecek Kembali Arah Kiblat

Gambar
Hari ini, Selasa 28 Mei 2013 pukul 16:17:54 WIB, adalah saat yang tepat untuk meluruskan arah kiblat untuk wilayah-wilayah di Indonesia yang mendapatkan cahaya matahari. Sore ini terjadi peristiwa yang disebut “roshdul qiblat” atau saat matahari benar-benar berada di atas Ka’bah. Tepat pasa saat terjadi roshdul qiblat semua benda yang berdiri tegak bayangannya akan mengarah ke Ka’bah. Peristiwa alam ini dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan arah kiblat di masjid, musholla atau di tempat shalat masing-masing dengan cara yang sangat sederhana. "Roshdul qiblat" adalah istilah khas di kalangan ahli falak pesantren. Istilah lain untuk Roshdul Qiblat adalah  istiwa a‘dzam (istiwa utama) Mekkah atau transit utama matahari di atas kota Makkah.  Peristiwa roshdul qiblat terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Mei dan Juli. Pada Mei 2013 ini roshdul qiblat terjadi pada tanggal 28, pukul 16:17:54 WIB. Peristiwa roshdul qiblat berlangsung singkat, sekitar satu

Benda-Benda Najis yang Bisa Menjadi Suci ( الذي يظھر من النجاسة) : Kitab Safinah An Najah (Pasal 17)

Gambar
فصل - الذي يظھر من النجاسة ثلاثة : الخمر إذا تخللت بنفسھا . وجلد الميتة إذا دبغ وما  صارا حيوانا Alladzii  Yathhuru Minannajaasaati Tsalaatsatun : Al-Khomru Idzaa Takhollalat Binafsiha,  Wajildul Maytati Idzaa Dubigho , Wa Maa Shooro Hayawaanan. Benda-benda najis yang bisa menjadi suci, 3 : 1. Khamar (arak) yang berubah dengan sendirinya menjadi cuka 2. Kulit bangkai jika sudah di samak 3. Hewan sembelihan

PBNU Peringati Harlah ke-90 NU

Gambar
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperingati hari lahir ke-90 organisasinya. Peringatan harlah ke-90 NU rencananya dilangsungkan di Gedung Pegadaian Pusat, Jalan Kramat Raya nomor 162, Jakarta Pusat, Senin (27/5). Peringatan harlah ke-90 NU dimulai dengan kegiatan pengkhataman Al-Quran yang berlangsung sejak 06.00 hingga 17.00 oleh tim Jam‘iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH). Sementara kegiatan seremonialnya dimulai sejak pukul 19.00. Kegiatan tahlil dan doa bersama mengawali seremonial harlah ke-90 NU. Tahlil dan doa dipimpin langsung seorang Rais Syuriah PBNU KH Syaifuddin Amsir. Sedangkan pidato harlah disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Peringatan harlah NU tahun ini mengambil tajuk, ’90 Tahun NU Berkhidmat Kepada Umat, Berbakti Kepada Negeri’. Sedangkan taushiyah harlah ke-90 NU akan disampaikan oleh Rais Aam KH M Ahmad Sahal Mahfudz. Peringatan harlah NU ditandai dengan pemotongan tumpeng. Di akhir acara, paara hadirin rencananya akan dihibu

Batalnya Tayamum (مبطلات التيمم) : Kitab Safinah An Najah [Pasal 16]

Gambar
فصل ) مبطلات التيمم أربعة : ما أبطل الوضوء والردة وتوھم الماء إن تيمم لفقده والشك) Mubthilaatuttayammumi Tsalatsatun : Maa Abtholal Wudhuu-a , Warriddatu , Watawahhumul Maa-i InYatayammama Lifaqdihi Batalnya Tayammum : 1. Setiap perkara yang membatalkan pada wudlu 2. Murtad 3. Menduga ada air jika tayammunya karena ketiadaan air

Kebhinekaan dan Kebangsaan dalam Perspektif Islam Ahlussunnah wal Jama’ah [Bagian Keempat, Implikasi Kebhinekaan dan Kebangsaan]

Gambar
Implikasi Kebhinekaan dan Kebangsaan Implikasi dari pengakuan dan penghormatan kepada kebhinekaan dan kebangsaan sekurang-kurangnya dapat dicermati dari sepuluh pokok berikut. 1.                   Kedudukan Umat Nabi Muhammad SAW a.                   “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan [95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (QS Al-Baqarah [2]: 143) KH. Dian Nafi [95]. Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi at