Postingan

Rukun Islam ( أركان الإسلام) : Kitab Safinah An Najah [Pasal 1]

بسم لله الرحمن الرحيم فصل) أركان الإسلام خمسة : شھادة أن لاإله إلالله وأن محمد رسول لله وإقام الصلاة ) وإيتاء الزكاة , و صوم رمضان ، وحج البيت من استطاع إليه . سبيلا (P asal ) Rukun Islam ada 5 : (1) Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah, (2) Mendirikan (mengerjakan) shalat, (3) Membayar zakat (4) Berpuasa ramadhan (5) Berhaji ke bait (Allah) bagi yang mampu untuk (biaya) perjalanan.

Muqadimah: Kitab Safinah An Najah

Gambar
Kitab Safinah memiliki nama lengkap "Safinah An Najah Fiima Yajibu `ala Abdi Ii Maulah" (perahu keselamatan di dalam mempelajari kewajiban seorang hamba kepada Tu­hannya). Karya Kitab ini walaupun kecil bentuknya akan tetapi sa­ngatlah besar manfaatnya. Di setiap kampung, kota dan negara hampir semua orang mempelajari dan bahkan menghafalkan­nya, baik secara individu maupun kolektif. Di berbagai negara, kitab ini dapat diperoleh dengan mudah di berbagai lembaga pendidikan. Karena baik para santri maupun para ulama sangatlah gemar mempelajarinya dengan teliti dan seksama.Hal ini terjadi karena beberapa faktor, di antaranya: Kitab ini mencakup pokok-pokok agama secara ter­padu, lengkap dan utuh, dimulai dengan bab dasar­dasar syari'at, kemudian bab bersuci, bab shalat, bab zakat, bab puasa dan bab haji yang ditambahkan oleh para ulama lainnya. Kitab ini disajikan dengan bahasa yang mudah, susunan yang ringan dan redaksi yang gampang untuk dipahami serta dihafal...

Jamsaren, Pesantren Tertua di Jawa

Gambar
Sebuah masjid kuno tak seberapa luas tetap berdiri tegak di tengah-tengah bangunan arsitektur modern di dalam kompleks pesantren. Kondisinya masih asri, kuat dan utuh. Suasana umum pesantren yang bersahaja melingkupi kompleks seluas 3.400 meter persegi tersebut. Tak banyak yang tahu, dari pesantren ini telah lahir sejumlah tokoh besar. Lokasi itu adalah Pondok Pesantren Jamsaren yang berada di Jalan Veteran No 263, Serengan, Solo. Pesantren ini telah mencatat berbagai gejolak dan peristiwa yang terjadi sejak didirikan pada tahun 1750. Bisa jadi pesantren ini merupakan pesantren tertua di tanah air yang masih ada. Pada masa Paku Buwono IV memerintah Kraton Surakarta dia mendatangkan beberapa ulama untuk mengajarkan Islam kepada rakyat Surakarta. Salah satu yang didatangkan adalah Kiai Jamsari dari Banyumas. Kiai ini tinggal sebuah kampung, sekitar tiga kilometer barat daya kraton. Kharisma dan pengaruh Kiai Jamsari saat itu segera dirasakan oleh banyak orang. Kampung tempat tinggalnya k...

Kyai Shaleh Darat, Penghulu Para Ulama

Gambar
Salah ulama’ yang merupakan embahnya para ulama di Jawa adalah Kyai Saleh Darat, seorang waliyullah yg menjadi guru dari ulama-ulama’ yang mendirikan NU dan Muhammadiyyah, seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH Mahfuzd (pendiri Ponpes Termas, Pacitan), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), KH Idris (pendiri Ponpes Jamsaren, Solo), KH Sya’ban (ulama ahli falaq dari Semarang), Penghulu Tafsir Anom dari Keraton Surakarta, KH Dalhar (pendiri Ponpes Watucongol, Muntilan), dan Kiai Moenawir (Krapyak Yogyakarta), selain itu beliau juga merupakan guru spiritualitas RA. Kartini. Dengan demikian dapat dikatakan, Kiai Saleh Darat merupakan guru bagi ulama-ulama besar di Tanah Jawa. Bahkan Nusantara. Memang, Kiai Saleh Darat tak sepopuler tokoh lain. Ironis? Tentu saja. Sebab semasa hidupnya, Kiai Saleh Darat mashur di seantero Tanah Jawa, Nusantara, bahkan Asia Tenggara sebagai penulis kitab-kitab fikih, teologi, tassawuf, serta ilmu falak dengan gayapegon (berhuruf Arab dengan bahasa Jawa). Perjalana...

Menag: Pesantren Jangan Silau Teknologi

SURABAYA, PP RMI NU - Umat Islam tidak silau dengan teknologi yang makin canggih. Namun sebaliknya dengan menguasai teknologi akan semakin memahami makna dari kitab suci Al Qur’an. Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali pada acara haul Ibu Nyai Mas Latifah Muhajir sekaligus wisuda santriwati penghafal Al Qur’an Pondok Pesantren An Najiyah Sidosermo Surabaya, Minggu (20/5). “Jangan sampai silau dengan teknologi dan perkembangan zaman, tapi mengabaikan Al Qur’an. Jangan sampai ada pemahaman kita orang ngaji ketinggalan zaman, pesantren itu terbelakang,” tutur Menag. Pada acara yang juga dihadiri Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil, para ulama di Surabaya, secara simbolis Menag mewisuda sekurangnya 25 santri hafidzah. Menag juga mengingatkan kepada ibu-ibu yang hadir pada haul dan wisuda santriwati, bahwa ibu-ibu harus menjadi benteng Islam. Karena ibu adalah pendidik masyarakat, kalau ibunya baik masyarakatnya baik. “Masyarakat berantakan kalau ibu-ibu berantakan, masyarakat...

PWNU Bahas Kekerasan Di Jogja Bersama Sultan

JOGJA—Pengurus Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY membahas kekerasan yang terjadi di Jogja bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (24/5). Selain kekerasan mengatasnamakan agama yang terjadi belakangan ini, mereka juga membicarakan hubungan sosial budaya agar Jogja tetap dalam situasi yang kondusif. Beberapa pengurus PWNU yang hadir di Kantor Gubernur di Kepatihan Jogja antara lain Wakil Ketua PWNU DIY, Jadul Maulana dan Rois Syuriah PWNU, Azhari Afta, serta sejumlah pengurus lainnya. “Kami membicarakan situasi sosial di Jogja dan rencana gerakan perdamaian untuk memulihkan kondisi,” kata Jadul saat ditemui wartawan di Kepatihan, Kamis (24/5). Menurutnya, masyarakat Jogja tidak punya sejarah kekerasan. Bila ada masyarakat yang terkotak-kotak menandakan berpikiran sempit menggunakan agama sebagai alasan untuk melakukan tindakan kekerasan. Padahal, kata dia, agama dan budaya merupakan satu kesatuan untuk membendung perilaku anarkis. Menurut dia, NU sebagai lemba...

Mbah Liem, Pengasuh PP. Al-Muttaqien Klaten, Wafat

Gambar
RMI-NU, Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.  Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Troso, Klaten, Jawa Tengah, K.H. Rifai Muslim Imampuro, meninggal dunia pada pagi tadi, Kamis, 24 Mei 2012. Mbah Liem–panggilan K.H. Rifai Muslim Imampuro–meninggal di Rumah Sakit Islam Klaten. Sebelumnya Mbal Liem menjalani perawatan karena sakit. Kiai yang dikenal dekat dengan almarhum K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tersebut meninggal pada usia 91 tahun. Dia meninggalkan seorang istri serta delapan putra dan putri. Mbah Liem dikenal sebagai kiai  nyentrik . Ia pernah dekat dengan Siti Hardiyanti Indra Rukmana alias Mbak Tutut, putri Presiden Soeharto. Ia kerap membuat pernyataan kontroversial seputar situasi politik pada saat gerakan Reformasi bergulir. Jenazah Mbah Liem kini disemayamkan di kediamannya, di kompleks Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti. Rencananya, Mbah Liem dimakamkan di pemakaman keluarga di kompleks pondok pesantren sekitar pukul 19.00 WIB....