Postingan

Taushiyah Pertemuan Semarang

Pertemuan kiai-kiai pesantren kali ini terasa membawa kesan tersendiri. Di saat pengelola negara ini meninggalkan mandat rakyat, sementara para wakilnya sibuk dengan urusan partainya masing-masing. Di saat para pengusaha besar menganut satu-satunya motif yaitu bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya (laissez-faire). Disaat semakin banyaknya kalangan yang menggunakan agama sebagai alat justifikasi kepentingan; para kiai-kiai pesantren ini dengan penuh kesadaran dan kearifan memberikan taushiyah kepada segenap elemen bangsa ini. Ya, para kiai-kiai pesantren yang bahkan sebelum zaman kemerdekaan ini selalu mengedepankan kebangsaan, sampai saat ini terus menerus mengawalnya. Seakan-akan mereka tidak rela melihat bangsa tercinta ini hancur dari dalam. Pada hari Sabtu, 10 Pebruari 2007, dengan penuh keprihatinan, mereka berkumpul dan merefleksikan segala persoalan yang menimpa bangsa ini di Pon Pes Edi Moncoro, Semarang. Seperti biasa, sebagai bukti dari peran keulamaan...

NU Studies: Pergolakan pemikiran antara Fundamentalisme Islam & Fundamentalisme Neo-Liberal

Gambar
Cover Buku NU Studies: Pergolakan pemikiran antara Fundamentalisme Islam & Fundamentalisme Neo-Liberal - Ahmad Baso image: www.rmi-nu.or.id Judul Buku :  NU Studies: Pergolakan pemikiran antara Fundamentalisme Islam & Fundamentalisme Neo-Liberal Penerbit : Erlangga Penulis : Ahmad Baso Tahun Terbit : Cet 1: 2006 Kertas & Halaman : Isi kertas HVS. Ukuran Buku : Soft Cover ISBN : 978-781-486-6 NU Studies berusaha membuka mata Anda ke segala arah, ke segenap penjuru angin. Yakni dengan melihat segenap retorika dan kampanye ide-ide dari luar dalam konteks, siyaqul kalam atau asbabun nuzul -nya. Baik kelompok liberal pro Amerika maupun kelompok Islam berjenggot, sama-sama muncul dari konteksnya masing-masing. Dan konteks itulah yang harus dibuka dan dipaparkan selebar mungkin kepada publik, terutama kepada kalangan Nahdliyin secara khusus dan kepada komunitas bangsa ini secara keseluruhan. Ini agar bangsa kita tidak mudah dipe...

Pesantren Moderat Versus Pesantren Radikal

Gambar
Siapa tidak mengenal Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, dan Pesantren Al-Islam, Lamongan? Masyarakat mulai menyoroti kedua pesantren tersebut berkaitan dengan gencarnya opini nasional untuk melawan dan mengubur terorisme. Pesantren Ngruki dikenal masyarakat berkaitan dengan ditangkapnya Abu Bakar Ba'asyir, pimpinan pesantren tersebut, karena diduga terlibat dalam upaya pembunuhan Presiden Megawati. Pesantren Al-Islam dihebohkan dengan "pengakuan" Amrozi atas peledakan bom di Legian, Bali. Akibatnya, bau tak sedap merebak di pesantren. Pesantren yang selama ini dianggap sebagai subkultur dan khazanah kebudayaan masyarakat berubah menjadi sosok yang amat mengerikan. Pesantren diidentikkan dengan terorisme. Pesantren yang selama ini dikenal sebagai lembaga dari, oleh, dan untuk masyarakat--yang dikenal dengan kelenturan, kesantunan, dan kesederhanaannya--tiba-tiba diduga sebagai penyimpan para teroris. Kini, polisi terlihat mondar-mandir di kedua pesantre...

Tentang Sebuah Ma’ahad Aly - KH. M. Hasan Basri

Ma’had Aly ( Sukerejo – Situbondo, selanjutnya ditulis MA) lahir dari sebuah kegelisahan atas gejala semakin lamgkahnya ulama. Diujung tahun delapan puluhan semakin banyak saja kyai-kyai sepuh dilingkungan Nahdlatul Ulama yang berpulang kehadirat Allah. Sementara dipihak lain, tidak muncul generasi-generasi baru yang terlihat mampu menggantikan posisi keagamaan dan kemasyarakatan mereka. Hal ini merupakan tikaman tajam bagi pesantren. Peran pesantren melahirkan kader-kader Ulama, kembali dipertanyakan. Dari suasana psikologis macam inilah MA lahir. Alm. KHR As’ad  Syamsul Arifin yang menakhodai kelahiran lembaga ini, seolah hendak mendarmabaktikan karya terakhir dan termonumentalnya umtuk masa depan Islam dan umat Islam. Maka melalui proses ketat, serius dan melelahkan, pada tahun 1990, MA resmi dibuka. Perguliran waktu selanjutnya telah membawa MA kini keusianya yang ke 10 tahun. Dalam rentang waktu sepanjang itu, banyak hal yang telah dilakukan MA sebagaimana juga lebih bany...

Sholawat Nariyah

Gambar
Allohumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim salaaman taamman ‘ala Syaiyidina Muhammadinilaadzi tanhalu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tuqdlo bihil hawaaiju wa tunaalu bihirroghoibu wa husnul khowatimi wa yustaqol ghomaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi washohbihi fi kulli lamhatin wanafasin bi’adadi kulli ma’luumin laka Artinya: “Ya Alloh, limpahkanlah rohmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad yang dapat melepas beberapa kerepotan/ikatan, menghilangkan beberapa kesusahan, mendatangkan beberapa hajat, mendapatkan beberapa kesenangan, khusnul khotimah dan curahan rahmat sebab wajah mulia pada tiap saat dan nafas sebanyak yang Engkau ketahui, dengan kerahmatan-Mu Dzat Yang Paling Belas Kasih.” Download Shalawat Nariyah

Doa Nabi Hidir AS (Doa Menolak Bala)

  بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ دُ عَاء الفرَج لِسَيِِّدِنَا الخِضِرْ عَلَيْة السَّلاَم اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ الَلُّطَفَاءِ وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرِضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَانَتِ وَسَاوسُ الصُّدُورِ كَاْلعَلاَ نِيَّة عِنْدَكَ ، وَعَلاَ نَّيِةُ اْلقَوْلِ كَالسِّر فِى عِلْمِكَ ، وَانْقَادَ كُلُّ شَىْءٍ لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِىِ سُلْطَانٍ لسُلْطَا نِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّ نْيَا والاَخِرَةِ كُلُّه بِيَدِكَ . اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلِ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجَاً وَمَخرَ جَا اللَّهُمَّ إِنَّ عَفَوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ،  وَتَجَاوْزَكَ عَنْ خَطِيتىِ ، وَسِتْرِكَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطْمَعَيِ أَنْ أَسْأ لَكَ مَالاَ أَسْتَوْ جِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ، أَدْعُوكَ اَمِنَاً وَأَسْأَ لُكَ مُسْتَأ نِسَاً . وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَّيَّ ، وَأَنَا الْمُسِئُ إلَى نَف...

Mukernas Ke-5 RMI Berakhir - Menag: Para Ulama Tak Boleh Berhenti Pada Pendekatan Legal

- Mukernas Ke-5 RMI Berakhir -  Menag: Para Ulama Tak Boleh Berhenti Pada Pendekatan Legal  Menteri Agama (Menag) Dr Tarmidzi Tahir mengatakan, para ulama tidak boleh lagi berhenti pada pendekatan legal formalistik, hanya menerapkan dan melanjutkan fiqih lama secara tekstual, tetapi perlu melihat makna dari ajaran agama untuk selalu membawa umat manusia kepada kesejahteraan, kepada rahmat dan kepada kebahagiaan.  Hal itu dikatakan Menag ketika menutup Mukernas ke- 5 Rabithah Ma'ahid  Islamiah (RMI), Selasa (5/11) siang di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kraksaan, Probolinggo. Mukernas yang diikuti sekitar 1.750 peserta dari pengurus cabang, daerah serta pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia itu, Sabtu (2/11) lalu dibuka oleh Presiden Soeharto.  Dikemukakan, sebagai umat mayoritas di negeri ini, tanggung jawab umat Islam dituntut bersifat mayoritas pula dalam mempertahankan kesatuan dan persatuan, dalam membangun dan men...